Digital Detox, Gaya Hidup Baru Anak Muda
BANDUNG INSPIRA – Notifikasi, pesan, dan media sosial kini jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap menit kita terhubung dengan dunia digital tapi, seberapa sering kita benar-benar hadir di dunia nyata?
Banyak anak muda mulai menyadari, terlalu lama di depan layar justru membuat pikiran lelah dan mudah cemas. Karena itu, digital detox kini jadi tren baru dalam gaya hidup modern. Tujuannya sederhana: menemukan kembali keseimbangan antara online dan offline.
- Mengapa Kita Butuh Jeda Digital
Rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 8 jam per hari di depan layar. Bagi sebagian orang, itu berarti lebih banyak waktu dengan ponsel daripada dengan keluarga atau teman. Dampaknya bukan hanya pada mata yang lelah, tapi juga pada kualitas tidur dan kesehatan mental.
Tanpa disadari, terus-menerus melihat kehidupan “sempurna” orang lain di media sosial bisa menimbulkan perasaan tidak cukup baik. Padahal, yang kita lihat hanyalah potongan kecil dari kehidupan seseorang bukan keseluruhan ceritanya.
- Langkah Kecil untuk Mulai Digital Detox
Digital detox tidak harus ekstrem. Kamu nggak perlu langsung menghapus semua aplikasi media sosial. Mulailah dari hal kecil:
• Matikan notifikasi yang tidak penting.
• Batasi waktu layar menggunakan fitur screen time.
• Tentukan satu hari atau satu jam setiap hari untuk bebas dari gadget.
Gunakan waktu itu untuk hal nyata: berjalan sore, membaca buku, atau sekadar berbicara langsung dengan orang terdekat tanpa gangguan ponsel.
- Efek Positifnya Nyata
Setelah beberapa hari mengurangi interaksi digital, banyak orang merasakan perubahan signifikan. Pikiran terasa lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan fokus meningkat.
Yang paling penting, muncul kembali rasa “hadir” menikmati momen tanpa tergesa-gesa membaginya ke media sosial.
- Teknologi untuk Kebaikan, Bukan Sebaliknya
Tujuan digital detox bukan menolak teknologi, tapi menggunakannya dengan lebih bijak. Teknologi harusnya membantu hidup kita, bukan mengambil alihnya.
Dengan memberi ruang untuk diam, kita bisa lebih mengenal diri sendiri. Karena terkadang, ketenangan bukan datang dari mematikan ponsel, tapi dari menyalakan kembali koneksi dengan dunia nyata. (Syahra)**
Sumber foto: Pinterest


