• BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
LIVE TV
LIVE TV
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
BERITA INSPIRA, DAERAH, KESENIAN

Menggema dari Keheningan, Jejak Seni Disabilitas Asia Tenggara

InspiraTV 25 September 2025 0 Comments

BANDUNG INSPIRA – Cahaya lampu temaram di Galeri Panyawangan-Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menimpa kanvas-kanvas yang menempel anggun di dinding.

Para pengunjung berjalan perlahan, berhenti sejenak di depan lukisan, seakan hendak menangkap pesan-pesan yang tak terucap. Hening terasa kental, namun bukan berarti kosong. Dalam sunyi itu, beresonansi kisah-kisah tubuh yang selama ini jarang terdengar.

Pameran bertajuk “Masagi ke-2: ASEAN Disability Art Exhibition – Silent Memories, Resonant World” menghadirkan 36 seniman disabilitas dari berbagai negara Asia Tenggara, kecuali Thailand. Selama hampir sebulan, 30 Agustus hingga 27 September 2025, karya-karya itu mengisi ruang dengan ingatan, pengalaman, sekaligus keberanian.

Kurator Anton Susanto menjelaskan, pameran ini bukan hanya ajang apresiasi seni rupa, tapi perayaan ingatan tubuh disabilitas sebagai sumber resonansi budaya yang dalam dan tak tergantikan.

“Pameran ini mengangkat narasi-narasi yang kerap terbungkam atau diabaikan dalam sejarah seni dan budaya, dan menjadikannya inti dari percakapan visual, material, dan emosional,” tutur Anton.

Istilah Masagi, kata Anton, berasal dari bahasa Sunda yang berarti sempurna—sebuah putaran penuh di mana tiap pilar saling terhubung dan menguatkan. Kesempurnaan yang bukan berarti tanpa cacat, melainkan harmoni dari keberagaman.

Anton percaya, pencapaian estetik dari para seniman disabilitas lahir dari keyakinan, semangat, serta beragam pendekatan kreatif. Meski kerap berhadapan dengan hambatan, karya mereka adalah bukti bahwa kesempurnaan manusia justru hadir dalam keberanian untuk berkarya.

“Silent Memories, Resonant World diharapkan membawa dampak, tidak hanya bagi penyandang disabilitas, tapi juga bagi semua, termasuk pemangku kebijakan, agar terdorong lebih memberikan akses dan ruang setara bagi pengembangan bakat dan kreativitas,” kata Anton.

Lebih dari sekadar pameran, program Masagi adalah ruang perjumpaan. Seniman, karya, publik, dan kesadaran bertemu dalam satu lingkaran. Publik diajak mengakses dunia disabilitas, dan sebaliknya, seniman disabilitas menemukan ruang untuk hadir di hadapan publiknya.

Dengan pendekatan multisensorial, inklusif, dan interdisipliner, pameran ini menjadi ruang dengar kolektif. Setiap karya adalah gema sosial, setiap seniman adalah arsip hidup perjuangan sekaligus keindahan.

Di tengah galeri, hening bukan lagi sekadar diam. Ia menjelma suara—suara yang selama ini tersembunyi, kini menggema, membawa pesan bahwa seni adalah milik semua manusia. (Bambang) **

Keterangan Foto:

Pameran bertajuk “Masagi ke-2: ASEAN Disability Art Exhibition – Silent Memories, Resonant World” menghadirkan 36 seniman disabilitas dari berbagai negara Asia Tenggara, kecuali Thailand. (Foto: Bambang Prasetyo)

TagsGaleri Panyawangan-Bale Seni BarliMasagi ke-2: ASEAN Disability Art ExhibitionResonant WorldSilent Memories
Previous Post
Panji Sakti: Dari Nama, Nada, hingga Jejak Puitis dalam Musik
Next Post
Viral, Penjual Bakso di Bogor Batal Jualan karena Istri Sakit, Tetangga Kompak Borong Dagangan

Berita Lainnya

Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Pastikan Harga Sembako Aman dan Stabil
BERITA INSPIRA

Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Pastikan Harga Sembako Aman dan Stabil

01 February 2026
Rayakan Hari Valentine dengan Makan Malam Romantis ‘Sunset to Stars’ Di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung
BERITA INSPIRA

Rayakan Hari Valentine dengan Makan Malam Romantis ‘Sunset to Stars’ Di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung

01 February 2026
FOX LITE Hotel Majalaya Rayakan Anniversary Pertama dengan Semangat Kepedulian Lingkungan dan Kebersamaa
BERITA INSPIRA

FOX LITE Hotel Majalaya Rayakan Anniversary Pertama dengan Semangat Kepedulian Lingkungan dan Kebersamaa

01 February 2026
Pencarian Korban Longsor Cisarua di Perpanjang, Tim SAR Terus Cari 20 Korban yang Masih Hilang
BERITA INSPIRA

Pencarian Korban Longsor Cisarua di Perpanjang, Tim SAR Terus Cari 20 Korban yang Masih Hilang

31 January 2026

Leave A Comment Cancel

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Rubrik

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle
logo inspira putih-01

Inspira Insight & Creative Hub adalah perusahaan riset, konten digital, dan produksi program TV yang menyatukan data, kreativitas, dan media untuk menghasilkan tayangan yang relevan dan berdampak.

Rubrik Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle

Support

  • Tentang Inspira
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Business Inquiries
  • Download Compro Inspira
  • Download Rate Card

Kontak

Ruby Commercial No.68-70 Summarecon, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40295


Tlp/Wa :

0813 2031 5955

0821 1827 7124

Facebook Youtube Instagram Tiktok

Copyright 2025 – INSPIRA INSIGHT & CREATIVE HUB

Welcome Back!
Create Free Account

It's free. No subscription required

or
Lost your password?
By registering, you agree to Streamvid's Terms of Use and Privacy Policy

WhatsApp us