• BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
LIVE TV
LIVE TV
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
sumber: istock
HEALTH

Mengenal Virus Nipah yang Geger di India. Epidemiolog: Ada Potensi Masuk RI

Tri Widiyantie 18 September 2023 0 Comments

BANDUNG INSPIRA – Munculnya kembali virus Nipah di India menjadi kekhawatiran global dan memicu pertanyaan tentang potensi penyebarannya ke negara negara lain termasuk wilayah Indonesia, keberadaan virus ini dianggap menjadi hal yang serius bagi pemerintah dan komunitas medis.

Wabah Virus Nipah telah merenggut nyawa dua orang di Kerala, India, hal ini menyebabkan Departemen Kesehatan Kerala segera mengambil tindakan darurat dengan mengeluarkan peringatan kesehatan di distrik Kozhikode setelah dua orang dinyatakan tewas dalam kasus ini.

Untuk mencegah lebih lanjut penyebaran virus ini, pemerintah India telah menutup sekolah di beberapa wilayah Kerala serta melaksanakan tes kesehatan terhadap 706 individu. Ini bukan kali pertama India berurusan dengan wabah Nipah, karena sebelumnya, negara ini juga telah menghadapi tantangan serupa pada tahun 2019 dan 2021, yang semakin menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan dalam mengatasi penyakit ini. 

Dicky Budiman, Ahli Epidemiologi Universitas Griffth Australia menjelaskan bahwa virus ini bisa saja berpotensi untuk masuk ke wilayah Indonesia. 

“Di Indonesia artinya potensinya ada, tetapi ini tentu dalam konteks Indonesia relatif cukup sulit, karena kemampuan mendeteksi masih cukup lemah khususnya infeksi-infeksi baru, karena sistem deteksi kita belum secara memadai diperbaiki setelah pandemi” jelas Dicky 

Dilansir dari Kementerian Kesehatan, Virus Nipah termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit Virus Nipah dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya. 

Sementara itu, menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), virus tersebut berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi saat terjadi penebangan hutan secara besar-besaran, sehingga menyebabkan populasi kelelawar berpindah mendekati area peternakan.

Virus Nipah pertama kali dikenal pada tahun 1999 ketika terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia. Di sisi lain, penyakit Nipah juga dikenal di Bangladesh, yang pertama kali tercatat pada tahun 2001. Penyakit ini juga telah diidentifikasi secara berkala di bagian timur India. 

Selama wabah pertama yang tercatat di Malaysia serta melanda Singapura, sebagian besar penularan virus ini disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sedang sakit atau jaringan tubuh mereka yang terkontaminasi. Penularan pada virus ini diyakini terjadi melalui paparan cairan tubuh babi yang tidak terlindungi atau melalui kontak langsung tanpa perlindungan dengan jaringan hewan yang sakit. 

Sedangkan di wilayah Bangladesh dan India, penyebab infeksi yang paling memungkinkan yaitu konsumsi buah-buahan atau produk buah-buahan seperti jus kurma mentah yang telah terkontaminasi oleh urin atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi.

WHO telah mengungkapkan bahwa beberapa orang yang terinfeksi seringkali mengalami gejala awal yang mencakup demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, serta sakit tenggorokan. Gejala ini dapat diikuti oleh rasa kantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang mengindikasikan adanya ensefalitis akut.

Pada kasus yang parah, ensefalitis dan kejang dapat terjadi, bahkan bisa berkembang menjadi koma dalam rentang waktu 24-48 jam. (tami)**

Previous Post
Sederet Fakta Kebakaran Museum Nasional 
Next Post
Film SAHDU Menggelar Gala Premier di Kota Bandung

Berita Lainnya

Akhir Ramadan Jadi Ujian Besar Kota Bandung Dalam Mengatasi Penumpukan Sampah
BERITA INSPIRA

Penumpukan Sampah Pasca IdulFitri Jadi Fokus Pemkot Bandung 3 Hari Kedepan

21 March 2026
Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Salat Ied Perdana di Balaikota Bandung
BERITA INSPIRA

Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Salat Ied Perdana di Balaikota Bandung

21 March 2026
Balaikota Jadi Pusat Digelarnya Salat Ied Kota Bandung Sabtu Besok
BERITA INSPIRA

Balaikota Jadi Pusat Digelarnya Salat Ied Kota Bandung Sabtu Besok

20 March 2026
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Gelar Sholat Idul Fitri di Lapangan Lodaya Bandung
BERITA INSPIRA

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Gelar Sholat Idul Fitri di Lapangan Lodaya Bandung

20 March 2026

Leave A Comment Cancel

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Rubrik

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle
logo inspira putih-01

Inspira Insight & Creative Hub adalah perusahaan riset, konten digital, dan produksi program TV yang menyatukan data, kreativitas, dan media untuk menghasilkan tayangan yang relevan dan berdampak.

Rubrik Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle

Support

  • Tentang Inspira
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Business Inquiries
  • Download Compro Inspira
  • Download Rate Card

Kontak

Ruby Commercial No.68-70 Summarecon, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40295


Tlp/Wa :

0813 2031 5955

0821 1827 7124

Facebook Youtube Instagram Tiktok

Copyright 2025 – INSPIRA INSIGHT & CREATIVE HUB

Welcome Back!
Create Free Account

It's free. No subscription required

or
Lost your password?
By registering, you agree to Streamvid's Terms of Use and Privacy Policy

WhatsApp us