• BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
LIVE TV
LIVE TV
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
ARTIKEL LAINNYA, BERITA INSPIRA, DAERAH, FAKTA - HOAKS

Menilik Kepulauan Cocos yang Terlupakan

Tri Widiyantie 05 September 2023 0 Comments

BANDUNG INSPIRA – Cocos Islands atau Kepulauan Cocos adalah kepulauan kecil yang terdiri dari 27 pulau koral dan 2 pulau atol, letaknya sekitar 1.000 km dari Jakarta, yaitu sebelah selatan Pulau Jawa di Samudra Hindia, dan 2.800 km jauhnya dari Perth, Australia.

Diketahui, penduduk pulau ini berjumlah sekitar 600-an orang, Cocos Islands masuk ke dalam wilayah negara Australia mulai tahun 1955 setelah sebelumnya dikuasai oleh Inggris dan Srilanka.

Ibu kotanya yaitu West Island, sebagian besar dihuni oleh orang Barat. Sedangkan di Home Island kebanyakan penduduknya Melayu campuran Jawa.

Fakta Menarik Pulau Cocos

Apakah kalian tahu? Yang menarik dari pulau ini adalah bahwa 90 persen penduduknya adalah muslim, dengan suku etnis Jawa dan Melayu.

Mereka adalah keturunan para pekerja yang didatangkan oleh Inggris dari Jawa pada abad 19, untuk bekerja di perkebunan sana.

Katanya, para keturunan Jawa ini masih memegang budaya Jawanya, bahkan di antara golongan tuanya, masih ada yang bisa berbahasa Jawa.

Logo Kepulauan Cocos

Di dalam logo kepulauan tersebut, terdapat tulisan berbahasa Indonesia “Maju Pulu Kita”.

Beragam Kesenian Pulau Cocos

Pulau ini mempunyai batik yang dipakai khusus pada hari pernikahan. Selain itu, wayang kulit khas mereka pun diadopsi menjadi gambar di perangko nasional Australia. Dulunya, wayang-wayang yang dibuat di Cocos itu mereka buat dari kulit hiu kering, sedangkan dalang terakhir mereka yaitu Mbah Itjang yang meninggal pada tahun 1949. Terdapat Museum Pulau Cocos bagi kalian yang tertarik melihat kesenian tersebut secara langsung.

Semoga berita kali ini dapat bermanfaat untuk sobat inspira ya! (Kania)**

Previous Post
Ridwan Kamil Meneteskan Air Mata Pada Puncak Penutupan WJF 2023
Next Post
Sungai Lestari, Hutan Terjaga

Berita Lainnya

KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono 
BERITA INSPIRA

KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono 

01 April 2026
ISBI Bandung Peringati Dies Natalis Ke-58
BERITA INSPIRA

ISBI Bandung Peringati Dies Natalis Ke-58

01 April 2026
Farhan : Stock BBM dan BBG Aman!
BERITA INSPIRA

Tak Jadi Naik, Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi!!! 

01 April 2026
Wali Kota Bandung Wajibkan Pejabat Ngantor Gunakan Sepeda
BERITA INSPIRA

Wali Kota Bandung Wajibkan Pejabat Ngantor Gunakan Sepeda

01 April 2026

Leave A Comment Cancel

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Rubrik

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle
logo inspira putih-01

Inspira Insight & Creative Hub adalah perusahaan riset, konten digital, dan produksi program TV yang menyatukan data, kreativitas, dan media untuk menghasilkan tayangan yang relevan dan berdampak.

Rubrik Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle

Support

  • Tentang Inspira
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Business Inquiries
  • Download Compro Inspira
  • Download Rate Card

Kontak

Ruby Commercial No.68-70 Summarecon, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40295


Tlp/Wa :

0813 2031 5955

0821 1827 7124

Facebook Youtube Instagram Tiktok

Copyright 2025 – INSPIRA INSIGHT & CREATIVE HUB

Welcome Back!
Create Free Account

It's free. No subscription required

or
Lost your password?
By registering, you agree to Streamvid's Terms of Use and Privacy Policy

WhatsApp us