41 rumah dan 1 Masjid Di KBB Terdampak Banjir Bandang

BANDUNG BARAT, INSPIRA,- Intensitas hujan cukup tinggi mengguyur kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (15/02/2022) sore memicu bencana banjir bandang mengakibatkan 41 rumah dan 1 Masjid terdampak luapan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat puluhan rumah terdampak berada di Kecamatan Padalarang, dan Kecamatan Ngamprah, 1 rumah diantaranya rusak berat.

Kepala BPBD KBB Duddy Prabowo mengatakan, banjir bandang merendam 20 rumah yang terletak di Kampung Ciharashas RT04/RW05, 2 rumah di Kampung Caringin RT01/RW01, dan 1 Masjid Al-Ikhlas di Desa Margajaya, Kecamatan Padalarang KBB.

“4 rumah rusak berat di Kampung Andir RT03/RW02 dan Desa Gadongbangkong, lalu 8 Rumah terendam di Kampung Permata RT07/RW05, dan yang rumah ambruk di Kampung Rawatengah RT02/RW07 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah KBB”, terang Duddy kepada Bangbara.

Selain itu, untuk di Kampung Simpati RT04/RW05, Desa Cilame ada 3 rumah yang terendam. Lalu 4 rumah terendam di Kampung Campaka RT03/RW03, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah KBB.

“1 rumah rusak ringan akibat tanah longsor di Kampung Cikawati RT01/RW04, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah”, katanya.

Untuk kebutuhan yang mendesak saat ini untuk darurat diantaranya, perlengkapan tidur seperti selimut, tikar, dan alat kebersihan serta perlengkapan dapur.

“BPBD dibantu perangkat Desa, TNi/Polri membersihkan sisa material, adapun upaya selanjutnya akan memperbaiki tanggul sungai Cihaur dari dampak bencana banjir bandang”, terangnya.

Sementara itu, Camat Ngamprah Agnes Virganty mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi menerjang sedikitnya 6 titik.

“Yang terdampak diantaranya warga Desa Cilame, Margajaya, Tanimulya, Pakuhaji, Gadobangkong dan Desa Cimareme”, kata Agnes melalui sambungan telpon.

Agnes menyebut, pemerintah dalam hal ini merespon dengan cepat
bersama personil dari Damkar, dan BPBD KBB, dibantu TNI/Polri dan perangkat Desa, serta Kecamatan.

“Pememrintah daerah sudah hadir untuk menangani dari Damkar KBB untuk sedot genangan air, dan juga Pak Kalak BPBD KBB (Dudy Prabowo-red) turut hadir menawarkan tenda untuk pengunsian, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa”, terangnya.

Mengingat kejadian banjir terjadi sore hari, sehingga warga dapat mengantisipasi sehingga respon masyarakat cepat tanggap menangani puing-puing dan sisa bahan material.

“Mudah-mudahan nanti malam tidak ada hujan susulan lagi, namun kami tetap siaga, dari ke enam titik ini berasal dari luapan air selokan karena curah hujan cukup tinggi hingga meluap, semoga warga yang terkena dampak di berikan keihlasan”. ungkapnya.

Sementara itu, Wullu Hairani warga Kompleks Puri Kahuripan Residens yang rumahnya ikut terendam mengatakan, hujan deras yang mengguyur hampir berjam-jam ini mengejutkan warga.

Pasalnya, hampir puluhan tahun banjir bandang seperti ini belum pernah terjadi, dan kali ini membuat kaget warga karena hal ini baru kali ini terjadi.

“Biasanya sungai itu tidak sebesar itu kalau meluap, dari kompleks ini berdiri tahun 2015 baru sekarang kejadian ini”, terangnya.

Hujan yang cukup tinggi, lanjut dia, ada dua rumah yang terkena banjir mengingat di belakang ada sawah karena hujan tinggi dan tidak bisa menampung saluran air.

“Berawal rembasan kerumah warga yang di komplek, kebetulan rumah nya belum di plester semen atau masih pake batu bata. Jadi air tersebut lewat celah-celah bata bocor dan bolong karena belum di Aci”, tuturnya.

Puri Kahuripan Residens yang terletak di Desa Tanimulya terdapat sungai perbatasan antara Tanimulya Bandung Barat dengan kota Cimahi.

“Sebelumnya belum pernah kejadian seperti semenjak kompleks di bangun. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerugian barang barang seperti kasur dan tikar juga alat elektronik yang kebetulan di letakkan di lantai yang terkena air”, pungkasnya. (Juna)