Pengeroyokan

4 Anggota XTC Ditangkap Soal Pengeroyokan di Bandung, Dewan Pendiri: Mencoreng Organisasi

BANDUNG INSPIRA,- Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Bandung Wetan dan Satreskrim Polrestabes Bandung, menangkap beberapa para pelaku pengeroyokan seorang warga Kota Bandung, di Jalan Ambon, yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Empat orang kita amankan, satu orang dewasa dan tiga lainnya masih di bawah umur,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung, saat ungkap kasus di Mapolrestabes, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (27/4/2022).

Aswin mengatakan motif pengeroyokan dari hasil pemeriksaan, dikarenakan kelompok XTC yang usai melakukan kegiatan buka bersama tersebut, menggelar konvoi bersama.

Saat di lokasi kejadian, atau di Jalan Ambon, konvoi kelompok tersebut, terhalang oleh korban yang tengah menyebrang. Pengeroyokan pun spontan terjadi.

“Kita masih kejar pelaku lainnya. Kami peringatkan agar mereka segera menyerahkan diri,” katanya.

Aswin juga menambahkan, jika ia telah instruksikan kepada seluruh jajaran Polrestabes Bandung, untuk melakukan tindakan tegas serta terukur, kepada setiap kelompok yang meresahkan masyarakat. Aswin juga minta agar diberikan tindakan tegas terhadap mereka-mereka yang menggangu situasi Kamtibmas Kota Bandung.

XTC minta maaf dan dukung polisi tangkap pelaku

Dewan Pendiri organisasi XTC angkat bicara atas tragedi kasus tersebut. Bahkan, XTC meminta maaf dan siap membantu polisi untuk tangkap pelaku.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pendiri XTC Indonesia Ivan Rivky Kabira dalam unggahannya di media sosial (medsos) pribadinya.

“Kami setelah memantau dan berkoordinasi dengan pengurus membenarkan itu adalah atribut kami @xtcindonesia yang digunakan oleh orang-orang melakukan tindakan pengeroyokan terhadap pengguna jalan sebagaimana pada berita tersebut,” kata Ivan.

Ivan menuturkan organisasi mengutuk keras atas aksi yang dilakukan oleh sebagian anggota XTC. Perbuatan itu, kata dia, merusak nama baik organisasi.

“Oleh karenanya sikap Organisasi adalah kami sangat mengutuk dan mengkecam cara-cara brutal pengeroyokan kepada siapapun ataupun lain hal melakukan tindakan-tindakan yang bersifat melawan hukum. Tentunya hal itu sangat memalukan, merusak organisasi dan sangat mecederai,” tutur dia.

“Prinsipnya Kami sangat tidak mentolerir tindakan hal tersebut karena sudah ada larangan konvoi pada hari-hari biasa terkhusus di bulan Ramadan tanpa izin pengurus dan instansi terkait,” kata dia menambahkan.

Ivan menyatakan sebagai organisasi pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap internal. Sanksi tegas akan diberlakukan bagi anggota yang terbukti terlibat.

“Sebagai Organisasi saya Ketua Dewan Pendiri dengan tegas akan melakukan langkah kongkrit, perbuatan tersebut sangat mencoreng Organisasi saya ajukan dan merekomendasikan kepada Ketua Umum @xtcindonesia untuk melakukan tindakan-tindakan segera dan tegas kepada Ketua terkait dan Koordinator lapangan peristiwa konvoi yang diduga telah melakukan pengeroyokan tersebut. Sikap kami tegas terhadap hal tersebut kita sudah menghindari hal-hal arogan dan anarki, oleh karenanya, saya merekomendasikan untuk mencopot Ketua dan Koordinator lapangan, atau anggota yang melakukan pengeroyokan tersebut,” tutur dia.

Di samping itu, pihaknya juga meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatan brutal anggotanya. Bahkan, Ivan sudah meminta jajarannya untuk membantu pengobatan korban.

“Kepada Korban dan Keluarga korban Kami dengan rendah hati sangat menyesal dan memohon maaf yang sebesar-besarnya, atas kejadian yang telah terjadi tersebut. Sehingga terdapat korban, kami juga akan bersedia mengobati hingga sembuh atau melakukan tindakan-tindakan yang penting terkait hal tersebut. Kepada Masyarakat dan warga Bandung kami juga memohon maaf atas peristiwa tersebut dan ketidaknyamanan. Kami segera akan melakukan evaluasi Organisasi dan pembinaan kembali secara maksimal,” katanya.

Seperti diketahui, Segerombolan orang menggunakan atribut diduga geng motor melakukan konvoi di Kota Bandung. Bahkan gerombolan itu sampai menganiaya pengguna kendaraan lain.

Insiden tersebut terekam kamera yang kemudian videonya viral di media sosial (medsos). Sebagaimana dilihat tim Inspira pada Sabtu (24/4/2022), terlihat awalnya segerombolan orang bermotor berkonvoi di jalan. Informasi dihimpun, mereka berkonvoi di jalanan Kota Bandung.

Video kemudian memperlihatkan aksi sejumlah orang yang tengah mengerubungi pemotor. Gerombolan itu terlihat melakukan penganiayaan terhadap pria pengendara sepeda motor.

Penganiayan dilakukan secara brutal. Satu persatu dari gerombolan itu turun dari motor dan memukul pria tersebut. Bahkan, saat pria itu sudah tersungkur, gerombolan tersebut masih terus melakukan penganiayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.